Problem comes into my life

                Saya baru ngerasain yang namanya menghadapi sebuah masalah tidaklah segampang kita menasihati orang lain dan membalikkan telapak tangan. Baru kali ini saya merasakan caci maki yang luar biasa menusuk yang membuat saya merasa sangat terhina. Mulanya saya sangat sedih akan apa yang terjadi di dalam diri saya, namun saya tahu Tuhan sudah menakdirkan hal ini dan inilah jalan saya. saya harus bisa terus berjalan kedepan dan saya harus bisa menyelesaikan masalah ini. Tuhan tahu kemampuan tiap umatnya dalam menghadapi sebuah masalah. Tuhan memberikan masalah karena Tuhan sayang kita. Saya hanya bisa menyerahkan semua ini kepada Tuhan tetapi tidak pasrah dengan semua ini.
                        Suatu saat nanti saya pasti akan memetik sebuah buah yang sangat manis hasil dari masalah ini. Tak tahu kapan hal ini bisa berakhir dan saya bisa menjalani hidup saya seperti sedia kala yang penuh senyum dan keriangan. Namun, saat ini saya sadar bahwa Tuhan sayang saya dan saya pasti bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah ini. 
hidup tanpa masalah itu hambar. masalah akan membuat kita terus berpikir dan bergerak sehingga membuat kita semakin kuat untuk menjalani hidup ini. bersyukurlah jika Tuhan masih memberikan kita masalah. :)
              Saya rasa masalah akan membuat manusia berpikir dan bertindak lebih dewasa. Umur tidaklah menjadi sebuah patokan yang menyiratkan sebuah kedewasaan dalam diri seseorang. PASRAH? saya rasa tidak! Tidak ada yang bisa membuat saya seperti itu. 
saya yakin orang yang dewasa akan bisa memaafkan seseorang yang bersalah dan berkali-kali meminta maaf.
Masalah datang begitu saja yang mau tidak mau harus saya hadapi dan lewati.
di Bulan Ramadhan ini saya mendapatkan sebuah masalah dan saya rasa itu adalah sebuah berkah dan sesuatu yang istimewa yang saya harus hadapi walau hai ini terenyuh dan ingin sekali menangis. Tapi dengan keteguhan dan keyakinan diri kepada diri sendiri dan TUHAN saya yakin saya bisa melewati semua yang terjadi saat ini dan akan tersenyum bahagia setelah semuanya selesai dengan baik.

Taman Menteng

Pawai Ogoh-Ogoh di Monas



Change----

Udah lama banget udah gk pernah ngepost tulisan...

mungkin untuk kedepannya aku bakal lebih banyak untuk ngepost foto-foto hasil motret sendiri daripada tulisan-tulisan yang biasanya aku buat..
thnx

Wonderfull Family called TRIPOT'11

            Bukan berarti di pulau orang kita gk bisa membentuk atau menciptakan sebuah keluarga. Disini, di kota JAKARTA, aku memiliki keluarga yang sangat aku sayangi mereka adalah TRIPOT dan khususnya TRP'11 yang merupakan keluargaku yang selalu menemani saat aku disini. Dengan waktu yang relatif singkat, kami bisa mengenal satu sama lain. Kita mengalami suka duka bersama-sama dalam menjalankan pendidikan fotografi ini. Dari hunting bersama, materi, membuat portfolio dasar sampai sidang yang diadakan kemarin. Luar bisa bukan? hehehe
           Kami hanya ber12 looh --> Chaud, Kak Minggo, Kak Teddy, Kak Siddik, Kak Aziz, Kak Eka, Azlan, kak Ivan, Kak Puja, Kak Ario, GJ dan aku. :))
           Proses yang terus berjalan membuat kekerabatan kami menguat, dan semakin membuat aku sadar jika aku sangat memerlukan mereka, baik sebagai keluarga ataupun seorang kakak yang dapat membimbing aku dalam segala hal terutama mengenai kuliah. Semoga aja kami masih terus bisa bersama dan melalui bersama-sama segala tingkatan dalam UKMF ini serta bersama-sama membuat sebuah pameran foto yang merupakan hal terakhir yang harus kami laksanakan sebelum menjadi BPH. wish us luck. :)
<3 TRP'11



Everyone have a Wonderfull Life

              Kali ini aku cuma ingin bercerita mengenai sepasang suami istri yang sangat-sangat aku cintai. Aku menyebutnya Ibu dan Bapak. Mereka adalah orang-orang yang sangat berpengaruh dikehidupanku. Baik sejak  aku dalam kandungan, lahir sampai badan ini telah tumbuh sebesar ini. Mereka bekerja demi anak-anaknya dan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup yang semakin lama semakin banyak dan tak ada batasannya. Semuanya serba mahal. Tetes demi tetes keringat yang berjatuhan dan membasahi bumi ini tak diperdulikannya. Mereka hanya ingin memenuhi kebutuhan anaknya seperti pendidikan yang semakin tahun semakin mahal. Mungkin hal ini tidak hanya dialami oleh orang tuaku saja, mungkin juga orang tua kalian semua. Sepasang suami istri ini rela berbuat apapun demi kesuksesan anak-anaknya.
           Mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk kuliah aku setiap semesternya, biaya tempat tinggal di kota besar ini serta biaya makan tiap harinya. Aku tau semua itu adalah kewajiban mereka untuk membiayai anak-anaknya dan aku juga memiliki kewajiban untuk membuat mereka bahagia dan bangga denganku, serta aku akan membuat mereka duduk tenang tanpa memikirkan biaya untuk anak-anaknya lagi. Aku tau semua itu didapatkan dengan usaha yang luar biasa. 
"Aku bangga dengan apa yang Mereka kerjakan"

"Aku bangga dengan apa yang mereka lakukan"
"Aku bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan kepadaku"
"Aku bersyukur karena Tuhan telah memberikan mereka sebagai orang tua yang menyayangi aku sampai saat ini"
             Mereka hanya berharap aku menjadi seseorang yang sukses dan menjadi seseorang yang berguna bagi manusia lain, dan lingkungan.  Mereka juga tak ingin imbalan atas apa yang telah mereka berikan kepadaku. Tapi aku ingin sekali memberikan mereka sesuatu yang luar biasa yang bukan seonggok materi yang akan habis oleh waktu tapi Insya Allah akan kuberikan rasa sayang dan kebaktianku kepada mereka dan akan ku rawat mereka saat mereka tua sama seperti mereka merawat aku sejak bayi sampai saat ini. Semoga hal tersebut dapat aku berikan dan akan membuat mereka senang.
              Disisi Aku tak dapat membayangkan anak-anak yang harus bekerja mencari nafkah demi memenuhi kebutuhannya sendiri dan orang tuanya. Orang tua mereka bukanlah orang-orang yang memiliki perusahaan besar dan orang-orang yang bekerja dengan gaji yang layak. Tapi mereka terus menerus membating tulang tanpa memperdulikan kekuatan yang memiliki batasan demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, aku yakin mereka akan memperoleh kebagiaan dengan cara mereka sendiri. Tuhan itu adil. Tak ada seorang pun yang selalu tertimpa musibah, Tuhan selalu memberikan kebagiaan dan sesuatu yang luar biasa dibalik itu semua. Apapun pekerjaan atau profesi orang tua kalian, hargailah dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kalian. Bersyukurlah kepada Tuhan karena Tuhan telah memberikan sepasang manusia yang baik hati dan luar biasa yang mau merawatmu hingga sbesar ini. Setiap orang memiliki jalannya sendiri dan setiap orang pasti mempunyai kehidupan yang luar biasa indah walapun dengan jalan atau cara yang berbeda-beda.
:))